My Boss…???

Semua orang yang berkarier pasti ingin mencapai posisi menjadi atasan. Namun, untuk meraihnya memang tak mudah. Selain dibutuhkan pengalaman dan jam terbang tinggi, juga prestasi di atas rata-rata.

Ya, meraih posisi sebagai atasan memang tak mudah. Diperlukan kerja keras dan upaya keras dalam meraih prestasi gemilang di tempat kerja. Kendati demikian, tak sedikit yang berhasil mencapai posisi tinggi di tempatnya bekerja, dengan prestasi yang luar biasa, bahkan hampir sempurna.

Setelah menduduki posisi sebagai atasan, kini saatnya Anda belajar untuk mengatur sejumlah pekerjaan yang tentunya memiliki tanggung jawab lebih besar lagi, sekaligus mengelola bawahan secara bijaksana. Tak semua atasan berhasil dengan baik mengelola bawahannya, lho!

Nah, berikut ini ada sejumlah kiat bagi Anda yang baru saja menjadi seorang atasan agar disenangi, bahkan dikagumi bawahan:

1. Tak Ada Yang Sempurna
Hanya Tuhan yang memiliki segala kesempurnaan-Nya. Sebagai atasan, bukan berarti Anda menjadi manusia super yang sempurna. Atasan tak selalu benar dan tak menutup kemungkinan bawahan Anda justru bisa membantu memberi solusi yang menunjang pekerjaan Anda sehari-hari.

Jangan malu untuk bercermin pada diri sendiri. Akuilah kekurangan Anda dan jadikan hal itu sebagai cambuk untuk lebih memperbaiki diri lagi. Sebagai atasan, Anda dapat belajar banyak dari bawahan. Ingat, bawahan tak selalu terdiri dari kumpulan orang-orang “biasa” yang tak bisa berbuat lebih dari diri Anda!

2. Pentingnya Kepercayaan
Seringkali, sebagai atasan Anda bukanlah tipe yang bisa begitu saja mempercayai kinerja bawahan. Namun, ada baiknya pelajari lebih seksama satu persatu bawahan Anda. Kenali lebih dekat lagi, dan galilah hal-hal positif dari setiap bawahan. Jangan pernah menganggap remeh mereka, sebaiknya berilah kepercayaan untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Bila sudah demikian, jangan ragu untuk terus memberi motivasi, semangat, serta memuji hasil kerja keras mereka. Sebagai atasan yang baik, memberikan kepercayaan sama artinya dengan turut serta mendidik mereka untuk bisa melakukan setiap tugas yang diberikan sebaik mungkin.

3. Bawahan = Ujung Tombak
Layaknya pasukan perang yang menjaga sebuah kerajaan, begitu juga dengan bawahan Anda di tempat kerja. Mereka adalah pasukan Anda, yang maju berperang mewakili perusahaan maupun departemen yang Anda pimpin. Anda tak akan mungkin bisa bekerja sendirian, tanpa mereka.

Oleh karena itu, hargailah setiap tetes keringat yang mereka keluarkan untuk membantu pekerjaan Anda setiap harinya. Mereka adalah ujung tombak dalam kerajaan Anda, maka bekali mereka dengan segala informasi dan pengetahuan, baik internal maupun eksternal perusahaan, yang dapat menunjang pelaksanaan setiap tugas dengan baik dan benar.
Bila Anda menahan informasi dan mengekang gerak bawahan, justru akan mencerminkan Anda sebagai atasan yang tak dapat bekerja sama dalam sebuah tim.

Sebaiknya, delegasikan pekerjaan secara bijak kepada semua bawahan yang Anda miliki. Toh, Anda tak akan mungkin menang bila berperang sendirian, bukan?

4. Pintar Sekaligus Arif
Sebagai seorang pemimpin tentu Anda harus memiliki tingkat intelegensia dan pengalaman yang sangat baik. Pisau yang terus diasah pasti akan semakin tajam dan berkilat. Begitu juga dengan Anda. Seorang atasan, perlu terus menggali dan memperluas ability dan capability yang dimilikinya.

Janganlah Anda cepat merasa puas dengan hanya memiliki kemampuan yang itu-itu saja. Atasan yang makin hari tampak makin pandai dan pintar, tentu akan membuat bawahan semakin respek terhadap Anda. Siapa yang tak bangga dan senang memiliki atasan yang pintar, bukan?

Namun, bila hanya mengasah kemampuan intelektual saja, tanpa dibarengi mengasah kepekaan diri, akan menjadi tak berarti. Kepintaran yang hebat, tak akan berarti jika tidak disertai dengan kebaikan hati yang tulus.

Bawahan hanya akan menuduh Anda sebagai atasan yang semena-mena dan tak punya hati. Anda tentu tak mau, kan , disebut sebagai robot yang tak punya perasaan. Jadi, mulailah pertajam hati dan jiwa agar seimbang dengan tingkat intelektual Anda yang makin tinggi.

5. Seni Tarik Ulur
Seni kepemimpinan layaknya permainan tarik tambang. Anda harus mengetahui kapan saatnya untuk menarik dan mengulur. Jika Anda terus menarik secara paksa, kemungkinan tangan Anda sendiri akan terluka.
Sebaliknya, bila terlalu lama mengulur Anda tak akan pernah tahu berapa panjang tali yang akan jatuh ke tanah dan tak memilik arti.

Jadi, dalam memimpin bawahan yang memiliki latar belakang dan emosi berbeda-beda diperlukan sistem tarik ulur yang tepat. Jangan menarik terlalu keras dan jangan mengulur terlalu lama hingga mengakibatkan bawahan tak produktif lagi.

Pekerjaan Anda pun akan terasa lebih berat bila tak mau membagi pekerjaan kepada bawahan.

6. Tetap Profesional
Tak bisa dipungkiri, sebagai wanita seringkali logika kalah dengan perasaan. Nah, Anda harus berhati-hati jika memimpin hanya dengan menggunakan perasaan saja. Bila perasaan menguasai cara-cara memimpin Anda, diri sendirilah yang akan rugi.

Anda akan melihat setiap bawahan dari sudut pandang “suka dan tidak suka” secara subyektif. Anda cocok dengan Si A atau merasa tidak sreg dengan Si B, tanpa melihat kinerja mereka. Jika demikian, Anda hanya akan menjadi atasan yang tidak memiliki kedewasaan dalam berpokir. Dan bisa dikatakan, Anda sebenarnya belum “saatnya” menjadi seorang pemimpin.

Sebagai atasan yang baik, Anda harus bisa menjalin kedekatan yang sama dengan setiap bawahan, tanpa kecuali. Tempat kerja adalah ajang untuk menyatukan visi dan misi guna tercapainya hasil maksimal dari perusahaan, dan bukan tempat bergaul dan bermainnya suatu kelompok tertentu yang eksklusif.

Bila Anda termasuk tipe atasan demikian, segeralah berubah! Percayalah, lambat laun sikap Anda pasti akan dibenci bawahan. Sebaiknya, bersikaplah layaknya seorang pemimpin yang baik dan arif. Atasan yang arif bijaksana akan memberikan panutan yang baik pula bagi bawahannya.

7. Jadilah Bos Yang Baik
Siapa sih yang suka pada tipe atasan yang arogan, tukang marah, dan memaki? Walau Anda telah berada pada posisi puncak, janganlah menjadi seorang “bad boss” yang Anda sendiri tidak sukai.

Bila pernah mengalami peristiwa buruk dengan atasan sebelumnya, inilah saatnya Anda membuktikan diri untuk bisa menjadi atasan yang lebih baik.

Belajar dari kesalahan orang lain, justru akan mempercepat perkembangan diri Anda, sehingga tak perlu melakukan kesalahan yang sama, yang bisa memperlambat kinerja Anda. Bila bawahan melakukan kesalahan, tegurlah ia secara empat mata saja, tanpa harus memakinya didepan umum.

Biarkan ia menyadari kesalahannya, dan berikan kesempatan padanya untuk memperbaikinya.

Bila bawahan telah berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik, berikan pujian padanya di depan umum karena hal ini akan meningkatkan semangat dan kepercayaan dirinya dalam melakukan setiap tugas yang diberikan. Anda pasti senang, bukan, bila semua bawahan mencintai dan menghargai Anda sebagai atasan yang dinilai pintar dan arif.

8. Lakukan Komunikasi
Menghadapi bawahan yang sering terlibat konflik diperlukan kesabaran. Bila Anda hanya mengomel, tak akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Bahkan, bisa bertambah buruk. Selain itu, waktu dan energi Anda akan terbuang sia-sia hanya untuk mengurusi persoalan ini.

Oleh karena itu, jangan menunda dan segera selesaikan masalah.
Bukalah jalur komunikasi dua arah dengan bawahan agar proses diskusi dan komunikasi lancar terjadi. Anda pun bisa tahu secara jelas apa yang dirasakan bawahan sebagai bagian dari team work. Ajaklah bawahan berdialog, bukan sekadar komunikasi searah dari Anda saja.

Luangkan waktu di tengah jadwal Anda yang padat untuk mendengarkan apa kata bawahan. Bila Anda ingin didengar bawahan, lakukan terlebih dahulu hal ini kepada bawahan.

Nah, Anda sudah siap untuk menjadi pendengar yang baik?

Selamat mencoba, dan jadilah pemimpin yang baik bagi diri sendiri, juga semua bawahan Anda.

Author: Afra Mayriani
(Penulis Buku Kutu Lontar – Sukses Menggapai Puncak Karier dengan Menjadi Pekerja Kutu Lontar)

Tentang Zhyden

Smart, Cool, Excellent... Mencoba menghapus jejak dosa yang tertulis oleh tinta malaikat Allah...
Pos ini dipublikasikan di Tips ajah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s